pathetic waltz - jurnal seorang pecundang
October 3rd, 2006 by blessoul
Rapuh..
Si pecundang rapuh..
Kebangkitan perlu waktu..
Rapuh,,si pecundang rapuh..
Tekutuklah dunia maya..
Membawa gw ke peradaban teknologi semu,,dengan manusia manusia virtual tak terjamah dan takkan teraba..
Sumpah serapah untuk kalian wahai anak hello..
debu menutupi keyboard hitam berhuruf alfabetis berantakan,,speaker kencang menggaum di samping dua daun telinga yang sudah pening..
“I must be made of steel, for I just threw out the love of my dreams..” lagu rivers cuomo featuring vokalis band belanda yang gw lupa siapa namanya..
Alhasil terciptalah suatu mahakarya cerita yang sangat berguna untuk kehidupan kalian yang monoton tidak bersemangat dan berdedikasi tinggi..
Joedoel : Hilang,,kemanakah anakku..?
Dibuat : segera
Author : manusia perkasa.
Berminyak rambut sekelebat,berjaket kulit berkilauan,dan bernafaskan 234 samsoe..
Jupi,,yah..itulah namanya,seorang pengusaha jasa nomer satu di daerahnya..bermodalkan teknologi terkini untuk kelas kendaraan roda dua, ia senantiasa mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat yang kesulitan untuk mencapai tujuan dengan selamat dalam waktu yang cepat. Sesuai namanya sendiri,gadget miliknya itu dinamakan olehnya Jupi Terzet.
Dengan gagah jupi bersandar di bawah pohon rindang yang tersampar teriknya nyawa galaksi,tertampak seorang nenek tua sedang mengangkat tas yang begitu berat kira-kira 5 kali badannya sendiri sedang mengayunkan tangan dengan riang gembira kepadanya.
Namun dengan penuh waspada dan kesigapan, jupi pura-pura tidak melihatnya. Memang dunia ini harus dihadapi dengan penuh waspada, menurut jupi nenek-nenek tadi bukanlah nenek sembarangan melainkan alien yang hendak memperdayainya agar dapat dijadikan medium untuk mengusai planet bumi. Yah,,secara..hidup Jupi Goddamn Mother Father gitu looch..pada masa kecilnya dia selalu membaca cerita-cerita fiksi yang diilhami oleh kisah tokoh nasional kita si pitung.menurutnya si pitung adalah jelmaan alien yang sudah bersahabat dengan manusia sejak zaman dahulu..
Sesosok bapak berjas lengkap dan bersepatu kulit buaya serta bertas laptop,menghampirinya dengan napas tersengal-sengal..
“bang mau ke kuningan berapa?!”..
jupi yang masih belum sadar atas kata-kata bapak itu bertanya lagi..
”kenapa bang santai aja dulu kayak di pantai,,jadi mau kemana?”..
“ke kuningan boss!”ujar bapak itu..”brapa?”
Jupi tanpa pikir panjang langsung memeras otak kanan ekonomi sarjananya sambil dengan ciamik menghitung keuntungan yang dapat diraihnya..
“yaah,,ama gw sih 60 rebu aja..”..
”BuSETT!!mahal banget nipu lu ya!?”bapak itu mengaum..
“enak aja gw tuh dah yang paling murah di sini!coba tanya yang lain..!”
Lalu..bapak berjas itu pun menyerah..dan mereka pun berangkat menuju pusat ibukota negara yang sudah terjajah beratus-ratus tahun lamanya sehingga mental penduduknya pun masih mental terjajah..
Dengan kecepatan yang melebihi batas ambang normal sepeda roda tiga,,mereka melaju sangat kencang..sesampainya di jantung kota,sebuah lampu kerlap kerlip berdansa pada atap mobil putih bergaris-garis biru..seonggok aparat berperut besar menunjuk ke arah Jupi..”HEYY!!kamu gak pake helm sini duluu!”..Jupi yang memang terkenal agak angkuh jika dijalanan tidak menggubrisnya,terus saja dia berkendara dengan asyiknya..
Pria berkostum cokelat itu pun segera masuk ke kendaraan mautnya dan mengejar Jupi..
Namun tanpa disadari dan tanpa diduga dan tanpa pake lama,jupi sudah sampai di tujuan.. bapak berjas yang tadi di belakangnya tiba2 sudah tidak ada..
Terkejut kaget jupi berteriak “BANGKEE!!”..lalu tiba-tiba ada bangke tikus di depannya,,sungguh ajaib..
Setelah melakukan aksi celingak celinguk yang cukup atraktif,,jupi menemukan bapak berjas itu lari menghindarinya,,-ternyata dompet bapak itu ketinggalan- dengan bermodalkan betis juara lomba lari 17an di kampungnya,Jupi berlari sigap…ternyata di saat yang bersamaan oknum berkostum coklat di belakangnya juga sedang berlari menuju arah Jupi..
Aksi kejar mengejar yang sangat apik terjadi di suasana ibukota yang panas mencekam…
Lalu….
Cerita ini harus berakhir di sini dulu…
Karena keterbatasan pikiran sang penulis…
Tekutuklah dia….
Terkutuklah dunia….
Anjrit ga guna banget bikin cerita kayak gini…sial..sial…
Hoaaaaahh!!!gw ga tau lagi…..
Siapa suruh baca – baca..
Nyesel ndiri kan??
Hahahahahahah….






















